Saya pernah melihat liputan sebuah televise swasta tentang
shisha ini. Dari beberapa referensi yang saya baca, Shisha ternyata lebih
dari sekedar rokok loh. Namun dari obrolan anak-anak yang pernah saya curi
dengar, mereka menganggap mengisap shisha ini justru lebih baik daripada
mengisap rokok. Entah, mungkin karena sisa tidak berbentuk seperti rokok
kebanyakan. Shisha dan rokok diibaratkan sebuah pilihan.Walhasil, banyak
perempuan
juga terlihat mengisap shisha.
Sisha umumnya dihisap menggunakan pipa yang
dihubungkan dalam sebuah wadah berbagai rupa. Penghisap shisha memang terlihat
seringkali tidak seorang diri. Sensasinya memang enak dinikmati beramai-ramai
bersama teman-teman atau rekan kerja.
Dikenal juga dengan sebutan rokok Arab, Shisha menjadi trend
masyarakat perkotaan. Di beberapa kafe memang terlihat menyediakan shisha.
Memang, rokok arab ini tidak bisa kita temui di sembarang tempat, karena
harganya juga yang bisa menguras kantong. Shisha menjadi trend anak
muda kota-kota besar.
Shisha memang berbeda dengan rokok biasa, karena penghisap
shisha bisa memesan shisha dengan ramuan yang diberi aroma macam-macam. Ada
buah-buahan dan aroma bunga. Karena shisha dibakar dalam sebuah tempat yang
biasanya menyerupai guci atau wadah dengan takaran besar, maka otomatis
tembakau yang dikonsumsipun dalam jumlah yang banyak. Mungkin karena berbeda
dengan rokok, apalagi beraroma buah yang membuat shiha seakan-akan
bervitamin, orang-orang muda ini tidak menduga bahwa shisha sangat
berbahaya.
Kalau diperhatikan, sekali hisap, asap yang terhirup dari
pipa yang besar juga akan banyak. Bisa puluhan kali lipat dari sekedar
rokok. Dari sebuah referensi yang saya baca, bahkan besarnya bisa mencapai
0,15-1 liter asap sekali hisapan. Sangat lebih besar dari rokok biasa. (Perokok
biasa, jangan kesenengan dulu ya…) Kandungan tar, nikotin dan karbon monoksida
yang dihasilkan shisha pun amat berlimpah.
Merokok shisha menjadi lebih dikhawatirkan karena dilakukan
seperti orang-orang sengaja pergi ke kedai kopi. Biasanya menghabiskan waktu
yang lama. Apalagi diselingi dengan acara ngerumpi bareng. Jika seseorang duduk
dan menghisap shisha 1 jam, maka bahayanya sama seperti orang yang menghabiskan
100 batang rokok.
Saya coba baca lagi tulisan anak-anak ini, ternyata niat
mereka awalnya adalah coba-coba. Selalu begitu ya.. coba-coba adalah awal dari
sebuah ketergantungan. Gaya hidup orang mewah dan terkesan keren membuat
anak-anak muda ini tertarik dan ikut bergabung dalam komunitas yang tidak biasa
sekalipun.
Ketika membaca lagi tulisan anak-anak saya ini, saya agak
lega bahwa ternyata mereka sekarang sudah bukan lagi pecandu. Mudah-mudahan ya…
